Hakim Potong Ucapan Rafael Alun yang Klaim Kasusnya karena Mario Dandy

Jakarta – Mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo, diperiksa sebagai terdakwa kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Rafael mengklaim masalahnya terjadi karena kasus penganiayaan yang menjerat anaknya, Mario Dandy Satriyo.
“Anda diberhentikan sementara dari jabatan. Kemudian akhirnya diberhentikan permanen dari jabatan, bahkan mendapat surat pemberhentian dengan hormat. Apakah permasalahan yang menjadi permasalahan utama dari pemecatan saudara tersebut?” tanya kuasa hukum Rafael dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Senin (27/11/2023).

“Mohon izin menjelaskan Yang Mulia, permasalahan yang menjerat saya adalah karena apa yang terjadi dan dilakukan oleh anak saya,” jawab Rafael.

Rafael lalu menceritakan aksi Mario Dandy yang menganiaya David Ozora. Namun, hakim ketua Suparman Nyompa memotong penjelasan Rafael.

“Anak saya pada saat itu berumur 19 tahun, berkelahi dengan anak seorang aktivis dari suatu organisasi massa. Kemudian karena anak itu koma dan anak saya menggunakan mobil kakak saya yang Rubicon, itu kemudian di-framing sedemikian rupa,” ucap Rafael.

“Saya kira itu kalau ini sudah menjadi pengetahuan umum dan sudah diberitakan media ya,” potong hakim Suparman Nyompa.

Kuasa hukum Rafael lalu melanjutkan pertanyaan ke Rafael. Pertanyaan itu terkait alasan pemecatan Rafael dari Direktorat Jenderal Pajak.

Sebagai informasi, Mario Dandy menggunakan mobil Rubicon saat melakukan penganiayaan terhadap David. Rafael mengatakan mobil itu sudah menjadi milik kakaknya saat peristiwa penganiayaan tersebut terjadi.

“Rubicon itu sudah saya jual di bulan Desember tahun 2021 kepada kakak saya Yang Mulia,” kata Rafael Alun dalam persidangan di PN Tipikor Jakarta, Senin (27/11).

Rafael mengatakan Rubicon itu dijualnya dengan harga Rp 700 juta. Dia mengaku mual dan muntah saat naik Rubicon tersebut.

“Senilai Rp 700 juta karena saya merasa menyesal membeli Rubicon tersebut karena saya ketika naik mobil itu saya mual mau muntah. Mungkin saya memang tidak cocok dengan mobil itu dan saya melihat kakak saya memang hobinya, mereka senang dengan jip, senang dengan motor. Jadi saya tawarkan ke kakak saya,” ujarnya. https://elementlagu.com/wp/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*