Korupsi Honor Pegawai Puskesmas Pedalaman, Bendahara Dinkes Dibui 10 Tahun

Jakarta – Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada mantan Bendahara Dinkes Halmahera Tengah, Muhammad Ridha Assegaf (33) karena korupsi honor pegawai puskesmas. Hukuman ini di atas tuntutan jaksa yang menuntut 6 tahun bui.
Kasus bermula saat Muhammad Ridha Assegaf membobol Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) 2020. Dana itu seharusnya untuk membayar honor pegawai tidak tetap di puskesmas-puskesmas di pelosok Halmahera. Selidik punya selidik, setelah uang honor dicairkan, lalu dimasukkan ke tabungan Muhammad Ridha Assegaf.

Aparat lalu turun tangan dan menemukan kebocoran itu. Muhammad Ridha Assegaf akhirnya duduk di kursi pesakitan dan dinilai korupsi Rp 3,6 miliar.

Pada 19 Januari 2023, jaksa menuntut Muhammad Ridha Assegaf agar dihukum 6 tahun penjara. Pada 2 Maret 2023, Pengadilan Negeri (PN) Ternate menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara. Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi (PT) Ternate.

Muhammad Ridha Assegaf lalu mengajukan kasasi dengan harapan hukumannya diringankan. Bukannya diringankan, MA malah memperberat hukuman Muhammad Ridha Assegaf.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana selama 10 tahun dan denda pidana Rp 500 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti kurungan 8 bulan,” demikian bunyi putusan kasasi yang dilansir website-nya, Senin (27/11/2023).

Duduk sebagai ketua majelis Dwiarso Budi Santiarto dengan anggota Sinintha Yuliansih Sibarani dan Yohanes Priyana. Muhammad Ridha Assegaf juga wajib mengembalikan uang Rp 3,6 miliar yang dikorupsinya. Bila tidak, diganti 3 tahun penjara.

“Pemidanaan terhadap Terdakwa atas keterbuktian dakwaan alternatif kesatu primer, dengan mempedomani Perma 1/2020 maka oleh karena kerugian negara dalam perkara a quo masuk dalam kategori sedang, kemudian aspek kesalahan termasuk kategori sedang, kemudian aspek dampak kerugian termasuk kategori sedang dan aspek keuntungan terkategori tinggi, maka rentang pemidanannya adalah dalam rentang pemidanaan berupa pidana penjara 10-13 tahun penjara,” ucap majelis hakim. https://berikanlah.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*