Konsumsi Orang RI Makin Merosot, Begini Analisa Pemerintah!

Jakarta, CNBC Indonesia – Konsumsi rumah tangga merosot sepanjang 2023, dipicu oleh berkurangnya belanja kalangan kelas menengah. Pemerintah menganggap, kondisi itu dipicu oleh dinamika selama masa Pemilu atau Pilpres 2024.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ketidakpastian ekonomi itu juga dipicu oleh tekanan ekonomi global, di samping adanya faktor ketidakpastian dari kondisi pesta demokrasi di tanah air.

Ketidakpastian atau risiko ke depan itu seperti tensi geopolitik yang tak kunjung selesai, yang di antaranya konflik Rusia-Ukraina hingga perang Israel-Palestina, melemahnya ekonomi negara mitra dagang utama Indonesia seperti China, suku bunga tinggi, hingga tekanan fluktuasi harga komoditas.

“Karena biasanya mereka akan less spending kalau merasa ke depan ada ketidakpastian, mereka akan menabung,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (5/2/2024).

Konsumsi rumah tangga pada 2023, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) hanya tumbuh 4,82%, turun dari 2022 yang sebesar 4,94%. Pada masa sebelum Covid-19, pertumbuhannya pun di atas 5%, meskipun saat pandemi merebak pada 2020 dan 2021 kinerja anjlok, masing-masing minus 2,63% dan tumbuh 2,01%.

Oleh sebab itu, yang bisa dilakukan pemerintah menurut Airlangga saat ini adalah dengan memberikan optimisme kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian Indonesia akan tetap stabil, termasuk saat masuknya tahun politik 2024.

“Oleh karena itu, kepastian menjadi penting terutama juga kalau proses politik akan berjalan lancar, sehingga investasi tidak menunda kemudian orang lebih berani spending,” tutur Airlangga.

Untuk kalangan menengah ke bawah, Airlangga mengatakan, strategi untuk menjaga tingkat konsumsinya masih bisa ditanggulangi dengan program bantuan sosial atau bansos. Karenanya, kini bansos gencar diberikan, seperti BLT Mitigasi Risiko Pangan.

“Dari segi kelas menengah ke bawah pemerintah ganjal dengan bansos agar daya beli bisa tertahan dan inflasi bisa lebih rendah sehingga diharapkan market confidence,” tegas Airlangga.

Meski demikian, penting diketahui bahwa penyebab melambatnya konsumsi rumah tangga pada 2023 ini menurut catatan BPS disebabkan tertahannya konsumsi masyarakat kelas menengah ke atas.

“Kalau kita perhatikan daya beli rumah tangga terlihat masih cukup terjaga, perlambatan konsumsi rumah tangga utamanya terutama berasal dari perlambatan pengeluaran kelompok menengah,” kata Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia A. Widyasanti dalam konferensi pers, Senin (5/2/2024)

Amalia menjelaskan perlambatan pengeluaran kelas menengah terlihat dari rendahnya penerimaan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dan penumpang angkutan udara. Di sisi lain, Amalia melihat ada peningkatan simpanan berjangka. Ini bisa diasumsikan, kelas menengah Indonesia mulai menggeser belanja ke investasi.

“PPnBM melambat juga jumlah penumpang angkutan udara yang melambat juga penumpangnya yang tidak sebanyak tahun lalu,” ujarnya. https://darsalas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*