Trenggono Sulap Kampung Nelayan di Papua Jadi Modern, Ini Manfaatnya

Jakarta, CNBC Indonesia – Salah satu program kerja yang dijalankan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono adalah mengubah kampung nelayan yang terkesan kumuh menjadi modern yang disebut Kampung Nelayan Modern (Kalamo). Pilot project ini sudah dibangun di Desa Samber-Binyeri, Biak Numfor, Papua.

Trenggono mengungkapkan tujuan dari pembangunan Kalamo ini adalah untuk meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur.

“Untuk mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur, KKP membangun kampung nelayan modern salah satunya di Desa Samber-Binyeri, Biak untuk meningkatkan kapasitas nelayan menjadi lebih produktif dan mandiri,” ungkap Trenggono di Indonesia Marine and Fisheries Business Forum 2024 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (5/2/2024).

Sebagai catatan, Kalamo merupakan upaya pemerintah untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi modern dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pengusahaan perikanan modern yang dapat meningkatkan produktivitas, kompetensi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP), Sakti Wahyu Trenggono. (CNBC Indonesia/MArtyasari Rizky).

Sebelumnya, Trenggono pernah menjelaskan bahwa Desa Samber-Binyeri memiliki masyarakat yang 80% berprofesi sebagai nelayan. Desa ini berpotensi untuk ditingkatkan produktivitasnya, pendapatan perikanan perkapita mencukupi kebutuhan primer dan terdapat embrio pola manajemen usaha.

Dalam program Kalamo Desa Samber-Binyeri yang diresmikan 24 November 2023 ini, KKP telah membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas usaha, memberikan bantuan sarana dan prasarana penangkapan ikan, membangun koperasi produsen perikanan serta memberikan pelatihan dan pendampingan usaha melalui social engineering agar semua fasilitas yang terbangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.

Diharapkan dengan Kalamo dapat meningkatkan penghasilan nelayan hingga Rp14,89 miliar. Angka tersebut merupakan perhitungan untuk penghasilan satu kampung nelayan dalam tiga tahun pertama beroperasi.

Sebelum adanya intervensi dari pemerintah berupa pembangunan fasilitas dan pendampingan, jumlah pendapatan masyarakat kampung Samber-Binyeri dalam satu tahun baru mencapai Rp1,42 miliar. Sedangkan, apabila intervensi dari pemerintah melalui pembangunan Kalamo ini sudah beroperasi maksimal, dalam satu tahun masyarakat di Kalamo Samber-Binyeri bisa meraup keuntungan hingga Rp4,9 miliar per tahun.

Sementara itu, di tahun 2024 menurut rencana KKP akan kembali membangun 10 kalamo di sejumlah provinsi di Indonesia yaitu di Aceh Utara, Padang, Sumatera Barat, Lampung, Jawa tengah, Jawa Timur, NTT, Sulsel dan Sulawesi utara. https://darsalas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*